Populer

Cara Menentukan Harga Produk Agar Tetap Laris di Bisnis Online

#Topbisnisonline – #Cara Menentukan #Harga Produk Agar Tetap Laris di #Bisnis Online – Menentukan harga produk adalah salah satu aspek paling penting dalam bisnis online. Banyak pelaku usaha fokus pada kualitas produk, promosi, atau tampilan toko, tetapi justru lupa bahwa #strategi penetapan harga memiliki dampak besar terhadap keputusan pembelian. Harga yang terlalu tinggi membuat pelanggan memilih kompetitor. Sebaliknya, harga yang terlalu rendah membuat #bisnis sulit berkembang karena margin tipis bahkan bisa merugikan.

Baca Juga: Tips Optimasi Landing Page Bisnis Online agar Konversi Meningkat

Menetapkan harga yang tepat tidak sesederhana menjumlahkan modal kemudian menambah keuntungan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan: biaya, nilai produk, pasar, psikologi konsumen, hingga strategi branding. Artikel ini akan membahas panduan lengkap untuk menentukan harga produk agar tetap laris dan menguntungkan.

Cara Menentukan Harga Produk Agar Tetap Laris di Bisnis Online

1. Hitung Semua Komponen Biaya Secara Menyeluruh

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah mengetahui dengan jelas seluruh biaya produksi dan operasional. Banyak penjual online merugi karena tidak menghitung detail biaya—terutama biaya kecil yang dianggap sepele.

a. Biaya Produksi / Modal Dasar

Termasuk pembelian bahan baku, ongkos pembuatan, biaya jasa produksi, atau pembelian produk dari supplier (jika reseller/dropshipper).

b. Biaya Operasional

Contohnya:

  • Biaya pengemasan (bubble wrap, kardus, stiker)
  • Ongkos kirim yang ditanggung penjual
  • Biaya iklan (Facebook Ads, TikTok Ads, atau iklan marketplace)
  • Biaya admin dan transaksi transaksi platform
  • Biaya perlengkapan alat produksi

c. Biaya Waktu dan Tenaga

Waktu adalah bentuk investasi. Tuliskan estimasi biaya atas waktu yang Anda gunakan untuk:

  • menjawab chat pelanggan,
  • membuat konten,
  • packing,
  • memproses pesanan,
  • mengelola media sosial.

Setelah semua biaya dihitung, Anda memiliki angka dasar yang menjadi patokan minimal harga jual. Penetapan harga tanpa memahami biaya akan membuat bisnis sulit bertahan.


2. Tetapkan Profit Margin yang Sehat

Profit margin adalah keuntungan yang Anda inginkan dari setiap penjualan. Besarannya tidak bisa asal ditentukan. Anda perlu menyesuaikan margin dengan jenis bisnis, karakter pelanggan, dan tingkat kompetisi.

Contoh margin umum:

  • Produk fashion: 40%–100%
  • Produk elektronik: 5%–20%
  • Produk handmade: 50%–200%
  • Produk digital: bisa mencapai 90% karena biaya minimal

Rumus sederhana yang dapat digunakan:
Harga Jual = Total Biaya + Margin Keuntungan

Namun harga akhir harus tetap mempertimbangkan kondisi pasar. Margin yang terlalu tinggi pada produk yang mudah dibandingkan akan membuat pembeli enggan.


3. Lakukan Riset Harga Kompetitor

Di bisnis online, kompetitor sangat mudah ditemukan. Oleh karena itu, riset harga sangat wajib dilakukan.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Harga produk yang mirip di marketplace besar
  • Rating dan jumlah review pesaing
  • Performa penjualan
  • Bonus atau paket yang mereka berikan (gratis ongkir, bundling, voucher)
  • Kualitas foto produk dan deskripsi mereka

Riset harga kompetitor bukan untuk meniru, tetapi untuk tahu batas atas dan batas bawah harga pasar. Harga Anda tidak harus menjadi yang termurah, tetapi harus terlihat wajar dan kompetitif.

Baca Juga: Strategi Mengubah Pembeli Baru Menjadi Repeat Order

4. Gunakan Teknik Pricing yang Sudah Terbukti Efektif

Ada beberapa strategi penetapan harga yang sering digunakan oleh brand besar dan terbukti meningkatkan konversi.

a. Psychological Pricing

Menggunakan angka yang membuat produk terlihat lebih murah.

Contoh:

  • Rp 99.000 terlihat jauh lebih murah daripada Rp 100.000
  • Rp 19.900 terlihat lebih menarik daripada Rp 20.000

Trik ini sederhana tetapi sangat efektif.

b. Value-Based Pricing

Menetapkan harga berdasarkan nilai yang dirasakan pelanggan, bukan hanya biaya.

Contoh:

  • Skincare premium dengan kemasan mewah bisa dijual lebih mahal meskipun biaya produksi murah.
  • Produk handmade bisa dijual lebih tinggi karena dianggap eksklusif.

c. Bundling (Paket Hemat)

Gabungkan beberapa produk menjadi satu paket.

Misalnya:

  • Beli 2 gratis 1
  • Paket 3 kaos lebih murah daripada beli satuan

Bundling membuat pelanggan merasa mendapat nilai lebih.

d. Penawaran Bertingkat

Tawarkan harga lebih murah untuk pembelian lebih banyak.

Contoh:

  • 1 pcs = Rp 30.000
  • 3 pcs = Rp 85.000

Strategi ini efektif untuk meningkatkan volume penjualan.

e. Promo Waktu Terbatas

Promo seperti flash sale, diskon awal bulan, atau voucher untuk pelanggan baru mampu meningkatkan penjualan tanpa mengurangi harga utama.


5. Kenali Target Pasar dan Perilaku Pelanggan

Harga produk tidak bisa dipukul rata untuk semua pasar. Anda harus memahami siapa pelanggan utama Anda.

Pertanyaan yang perlu dijawab:

  • Berapa kisaran pendapatan pelanggan?
  • Apa yang paling mereka cari—harga, kualitas, atau desain?
  • Apakah mereka sensitif terhadap harga?
  • Apakah mereka suka promo dan voucher?

Contoh penerapan:

  • Pasar menengah ke bawah: harga kompetitif lebih penting.
  • Pasar menengah ke atas: lebih peduli pada kualitas dan branding.
  • Pasar kolektor: lebih peduli keunikan, bukan harga.

Menentukan harga tanpa memahami target pasar akan membuat strategi pricing tidak efektif.


6. Perkuat Branding untuk Mendukung Harga

Branding sangat memengaruhi bagaimana pelanggan merasakan nilai suatu produk. Produk yang terlihat profesional bisa dijual lebih mahal dan tetap laris.

Yang memengaruhi persepsi harga:

  • Foto produk berkualitas tinggi
  • Video unboxing atau review
  • Deskripsi produk yang lengkap
  • Testimoni pelanggan
  • Logo dan desain kemasan yang konsisten
  • Identitas brand yang kuat

Dengan branding yang baik, pelanggan lebih percaya pada produk Anda meski harganya sedikit lebih tinggi.


7. Uji, Evaluasi, dan Optimalkan Harga Secara Berkala

Harga bukan keputusan sekali jadi. Anda perlu melakukan evaluasi rutin.

a. A/B testing harga

Uji dua harga berbeda dan lihat mana yang menghasilkan penjualan lebih baik.

b. Evaluasi biaya

Jika biaya produksi naik, jangan ragu menyesuaikan harga.

c. Pantau kompetitor

Jika kompetitor melakukan promo besar, lihat apakah itu berdampak pada penjualan Anda.

d. Sesuaikan dengan tren pasar

Harga bisa berubah mengikuti permintaan, musim, atau tren tertentu.

Penyesuaian kecil—misalnya menaikkan harga Rp 2.000—dapat meningkatkan margin tanpa membuat penjualan turun.


8. Hindari Kesalahan Umum dalam Menentukan Harga

Beberapa kesalahan yang sering merugikan pelaku bisnis online:

  • Menjual terlalu murah tanpa menghitung biaya
  • Meniru harga kompetitor tanpa memahami strategi mereka
  • Mengubah harga terlalu sering sehingga pelanggan bingung
  • Terlalu fokus pada harga, bukan nilai produk
  • Tidak memperhitungkan biaya kecil seperti bubble wrap atau admin

Hindari kesalahan ini agar bisnis tetap sehat dan stabil.

Baca Juga: Cara Menghadapi Pelanggan Sulit Tanpa Stres: Panduan Praktis untuk Pelaku Bisnis Online

Kesimpulan

Menentukan harga produk yang tetap laris membutuhkan kombinasi antara analisis biaya, riset pasar, pemahaman pelanggan, dan strategi branding. Harga terbaik bukanlah yang paling murah, tetapi yang memberikan nilai terbaik bagi pelanggan sekaligus keuntungan optimal bagi bisnis.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat menetapkan harga yang kompetitif, menarik, dan berkelanjutan untuk bisnis online Anda.

Terimakasih telah membaca di Topbisnisonline.com, semoga bermanfaat, mulai lah buat iklan gratis di Iklans.com dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Piool.com, Aopok.com dan join di komunitas Topoin.com.


2 Comments
Show all Most Helpful Highest Rating Lowest Rating Add your review
  1. […] Baca Juga: Cara Menentukan Harga Produk Agar Tetap Laris di Bisnis Online […]

  2. […] Baca Juga: Cara Menentukan Harga Produk Agar Tetap Laris di Bisnis Online […]

    Leave a reply

    Top Bisnis Online
    Logo
    Compare items
    • Total (0)
    Compare
    0