
saya sangat senang menikmati jajanan pasar. Sehingga kalau ada
kesempatan pasti mencoba untuk berburu jajanan pasar, yang harus diakui
semakin susah ditemukan di kota besar. Kalaupun ada pasti buatan toko
bakery yang besar, harga dan kualitasnya juga tidak se-afdol jajanan
pasar asli.

Minggu lalu secara tidak sengaja penulis menemukan sentra alias pusat
jajanan pasar. Pusat jajanan pasar ini ketemu pada saat saya sedang
melalui sebuah jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Bayangkan
hampir semua jajanan pasar yang dulu di-ngidam-kan ada di pusat jajanan
pasar ini. Saking kalapnya hampir semua jenis makanan pasar ini dibeli,
dan alhasil saya akhirnya tidak makan malam karena kekenyangan jajanan
pasar.
Selama membeli cemilan pasar ini, saya mengajak ibu penjaga pusat
jajanan pasar tersebut untuk ngobrol ringan. Ternyata toko pusat jajanan
beliau telah memiliki banyak reseller. Tiap pagi para reseller datang
mengambil kue atau cemilan, tentunya dengan harga grosir. Padahal saat
saya membeli makanan jajanan pasar tersebut secara eceran saja, sudah
jauh lebih murah dibandingkan dengan jajanan pasar umumnya. Sore ini
juga saya kebetulan ketemu dengan ibu penjual jajanan pasar yang
berjualan di dekat sekolah sekitar kompleks perumahan. Sebelum menemukan
pusat jajanan pasar ini, saya biasanya membeli ke ibu tersebut. Tapi
saya sering kehabisan kalau membelinya pada saat siang hari.
Saya pun secara spontan membandingkan harga jual ibu tersebut dengan
harga jual di pusat jajanan. Satu potong kue jajanan pasar berselisih
Rp. 500 – Rp. 1000. Tentunya ibu itu pasti mendapat discount lagi karena
membeli dalam jumlah yang banyak. Ibu tersebut cukup jeli melihat peluang usaha
jajanan pasar dan menjalankan peluang usaha jajanan pasar ini, walaupun
ibu tersebut tidak mahir atau bahkan tidak bisa membuat kue jajanan
pasar.
Melihat Peluang Usaha Jajanan Pasar
Peluang usaha jajanan pasar
dengan berpartner dengan pusat jajanan pasar ini adalah dengan mencari
karyawan atau staf yang dipekerjakan untuk jualan di sekolah-sekolah
atau kampus. Seorang penjual kue ditargetkan menjual 50 kue per hari.
Dengan keuntungan Rp. 1000,- per kue, berarti setiap harinya bisa
memperoleh keuntungan Rp. 50.000,- Berarti setiap bulannya 1 orang
penjual kue bisa memperoleh omset 25 x Rp. 50.000 = Rp. 1.250.000,-
Dikurangi gaji karyawan sekitar Rp. 600.000,- berarti per bulan minimal mendapat keuntungan bersih Rp. 650.000,- per bulan.
Pelaku peluang usaha jajanan pasar tanpa bisa membuat jajajan pasar
Analogi perhitungan di atas bukan murni dari pemikiran saya. Tapi
saya akhirnya bertemu dengan pengusaha yang berlangganan dengan pusat
jajanan pasar tersebut. Beliau mempunyai 3 karyawan yang bertugas
menjual kue ke sekolah-sekolah dan perkantoran. Beliau mengaku sebulan
bisa mendapatkan Rp. 2 jt – Rp. 2,5 jt dari hanya mengkoordinir para
penjual. Beliau sih mengatakan bahwa uang atau keuntungannya tidak
besar, tapi yang terpenting beliau bisa mengkaryakan pemuda-pemuda yang
mengganggur di sekitar tempat tinggal beliau. Jadi peluang usaha jajanan
pasar ini hanya sambilan buat beliau. Malahan beliau mengganggap itu
sebagai sumbangsih beliau untuk lingkungan tempat tinggalnya.
Dari analogi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa peluang usaha kuliner
masih sangat menjanjikan. Baik dalam skala usaha kecil, usaha menengah
maupun usaha besar. Semoga artikel ini bisa menginspirasi para pembaca
dan bisa menjadi tambahan ide peluang usaha dan menjadi pengusaha sukses
menjalani peluang usaha jajanan pasar.
